Seven Deadly Sins: Origin: Penantang Baru Takhta Game Open World Terbaik
Industri video game global kembali berguncang pada awal tahun 2026. Netmarble, pengembang raksasa asal Korea Selatan, akhirnya melepas “monster” terbaru mereka ke pasar global: The Seven Deadly Sins: Origin. Setelah sukses besar dengan pendahulunya, Grand Cross, yang mengusung genre turn-based, Netmarble kini mengambil langkah berani dengan beralih sepenuhnya ke genre Open World Action RPG.
Pertanyaan besar pun muncul di benak para gamer dan kritikus: Apakah game ini hanya sekadar proyek aji mumpung yang mendompleng popularitas anime-nya? Atau justru, Seven Deadly Sins: Origin benar-benar memiliki kualitas untuk merebut takhta sebagai game open world anime terbaik, menggeser raksasa lain yang sudah lama berkuasa? Artikel ini akan membedah secara rinci setiap aspek yang membuat game ini menjadi fenomena baru.
Grafis Unreal Engine 5: Standar Visual Baru
Hal pertama yang akan menangkap perhatian Anda adalah kualitas visualnya. Tidak seperti kebanyakan game mobile atau lintas platform yang masih menggunakan engine lawas, Origin dibangun sepenuhnya menggunakan Unreal Engine 5. Keputusan ini terbukti sangat tepat. Pengembang berhasil menciptakan dunia Britannia yang hidup, detail, dan memukau secara visual.
Pemain dapat melihat pergerakan rumput yang realistis saat tertiup angin, pantulan cahaya matahari di permukaan air danau, hingga tekstur pakaian karakter yang terlihat nyata. Lebih lanjut, efek partikel saat karakter mengeluarkan jurus pamungkas (Ultimate Move) tampil sangat spektakuler tanpa menyebabkan penurunan frame rate yang signifikan pada perangkat kelas atas. Keindahan visual ini menjadikan eksplorasi di Origin bukan sekadar tugas, melainkan sebuah rekreasi digital yang memanjakan mata.
Kebebasan Eksplorasi Tanpa Batas
Salah satu kritik utama terhadap game open world modern adalah adanya “dinding tak terlihat” yang membatasi gerak pemain. Namun, Seven Deadly Sins: Origin mematahkan batasan tersebut. Netmarble memberikan kebebasan mutlak bagi pemain untuk berinteraksi dengan lingkungan.
Anda bisa memanjat tebing terjal, menyelam ke dasar laut untuk mencari harta karun tersembunyi, atau terbang melintasi langit menggunakan karakter yang memiliki sayap seperti King. Selain itu, elemen lingkungan memainkan peran penting. Pemain dapat membakar rintangan kayu menggunakan sihir api atau membekukan air untuk membuat jembatan darurat. Tingkat interaktivitas ini membuat dunia game terasa dinamis dan tidak statis.
Transformasi Gameplay: Aksi Cepat yang Adiktif
Perubahan paling radikal tentu saja terletak pada sistem pertarungannya. Selamat tinggal sistem kartu giliran; selamat datang aksi hack-and-slash yang intens. Pemain dapat membawa tim yang terdiri dari empat karakter dan menggantinya secara real-time di tengah pertempuran.
Mekanisme ini menuntut pemain untuk memahami sinergi antar elemen dan jenis senjata. Misalnya, Meliodas mungkin sangat kuat melawan musuh bertipe fisik, namun Anda perlu segera berganti ke Merlin saat menghadapi musuh yang kebal terhadap serangan fisik. Menyusun komposisi tim yang seimbang membutuhkan pemikiran strategis yang mendalam. Kompleksitas ini mirip dengan ketelitian yang diperlukan saat menganalisis pola dalam permainan catur4d di mana satu langkah yang salah dalam memprediksi pergerakan lawan bisa berakibat fatal bagi seluruh strategi yang telah Anda bangun. Demikian pula di sini, kesalahan rotasi karakter bisa membuat tim Anda sapu bersih (wipe out) oleh bos dalam hitungan detik.
Narasi Multiverse: Cerita Orisinal yang Segar
Bagi penggemar setia anime Nanatsu no Taizai, mungkin ada kekhawatiran bahwa cerita game ini hanya akan mengulang apa yang sudah ada di manga. Untungnya, Netmarble menghadirkan konsep “Multiverse”. Karakter baru bernama Tristan diperkenalkan sebagai protagonis yang menjelajahi berbagai dimensi waktu dan ruang.
Pendekatan ini sangat cerdas karena memberikan kebebasan bagi penulis naskah untuk mengeksplorasi skenario “What If” yang tidak mungkin terjadi di cerita utama. Anda mungkin akan melihat karakter yang seharusnya sudah mati hidup kembali di dimensi lain, atau melihat sisi jahat dari karakter protagonis. Narasi orisinal ini menjadi bensin yang menjaga rasa penasaran pemain untuk terus menyelesaikan misi utama.
Kesimpulan: Apakah Ini yang Terbaik?
Menjawab pertanyaan di judul artikel, The Seven Deadly Sins: Origin memiliki semua syarat untuk menjadi game open world terbaik di tahun 2026. Kombinasi antara grafis next-gen, kebebasan eksplorasi total, dan sistem pertarungan yang responsif menjadikannya paket lengkap yang sulit ditolak.
Meskipun demikian, tantangan terbesar bagi Netmarble ke depannya adalah konsistensi dalam memberikan pembaruan konten (live service). Sebuah game open world hanya akan bertahan lama jika pengembang terus menyuntikkan cerita baru dan area baru untuk dijelajahi.
Namun, jika melihat kualitas peluncuran perdananya, Seven Deadly Sins: Origin telah menetapkan standar yang sangat tinggi. Bagi Anda penggemar genre petualangan, action RPG, atau sekadar penikmat visual anime yang indah, melewatkan game ini adalah sebuah kerugian besar. Britannia memanggil Anda, Ksatria! Segera unduh dan buktikan sendiri apakah game ini layak menjadi raja baru di perpustakaan game Anda.